Harga emas – Tata Cara Gadai Emas

Emas adalah logam mulia yang sudah menjadi pilihan investasi manusia sejak jaman dahulu kala. Emas menjadi investasi pilihan selain karena keindahan dan kemewahan adalah sifatnya yang kebal inflasi. Kemudahan untuk menjualnya kembali dan harganya yang dalam jangka panjang mengalami kenaikan. Gadai emas tidak hanya dilakukan pada  saat kita membutuhkan dana tunai, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat bervariasi emas. Pilihan tempat gadai juga tidak hanya melalui pegadaian syariah karena bank-bank syariah juga menyediakan layanan gadai emas ini Tak perlu meminta bantuan rentenir karena gadai syariah lebih adil dan lebih manusiawi. Maraknya fasilitas gadai emas dipegadaian atau bank-bank syariah bukan tanpa sebab. Selain faktor harga emas dan sifat emas itu sendiri, investasi berkebun emas dengan cara gadai saat ini juga sedang menjadi tren.

Tata Cara Gadai Emas

Menurut prinsip ysraiah, rahn dibedakan menjadi dua jenis yaitu rahm iqdar atau rasmi dan rahn hiyazi. Rahn iqdar adalah bentuk gadai emas dimana tidak terjadi perpindahan barang hanya terjadi perpindahan kepemilikan. Barang yang digadaikan masih ada pada pemiliki atau pemberi gadai. Berbeda dengan rahn iqdar pada rahn hiyazi terjadi perpindahan barang yang digadaikan. Barang yang digadaikan bisa berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. Berbeda dengan gadai konvensional, gadai rahn bukan suatu jaminan pelunasan utang antara bank dengan nasabah. Penggadai tidak membayar bunga atas dana pinjaman yang ia terima, namun membayar biaya penitipan barang (sewa tempat penitipan dari asuransi). yang di kutip oleh harga emas

Pada dasarnya gadai emas syariah diayas dua akad yaitu rahn dan ijarah. Rahn adalah menahan salah satu barang miliki peminjam sebagai jaminan atas utang dan ijarah adalah akad sewa menyewa dimana terjadi pemindahan hak guna atau manfaat dari suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa tanpa disertai dengan pemindahan hak kepemilikian. Rukun dari akad transaksi ini teridiri dari yang berutang (rahin, yang berpiutang (murtahun), sigaht (ijab qabul)0. Harta yang di rahn-kan (marhun) dan pinjaman (marhun bih).

Mekanisme gadai emas kemudian dilakukan dengan cara berikut ini :

  1. Melalui akad rahn, nasabah (rahn) menyerahkan barang (marhun) untuk digadaikan.
  2. Pegadaian atau bank syariah (murtahin) akan menyimpan dan merawat barang tersebut.

Murtahin (penerima barang) mempunyai hak untuk menahan Marhun (barang ) samapi semua utang Rahin (yang menyerahkan barang) dilunasi. Marhun dan manfaatnya tetap menjadi pemiliki rahin karena pada prinsipnya Marhun tidak bolesh dimanfaatkan oleh Murtahun (kecuali atas izin Rahin), dengan tidak mengurangi nilai pemeliharaan dan perawatnnya. Pemeliharaan dan penyimpanan Marhun pada dasarnya menjadi kewajiban rahin (meski dapat juga dilakukan oleh Murtahin) sedangkan biaya dan pemeliharaan penyimpanan tetap menjadi kewajiban Rahin. Besar biaya pemeliharaan dan penyimpanan Marhun tidak boleh ditentukan berdasarkan jumlah pinjaman.

Leave a Reply