Keutamaan Ibadah Haji yang Disampaikan Rasulullah

Banyak keutamaan dan fadillah ibadah haji yang telah disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Ikutkanlah antara ibadah haji karena keduanya dapat menghapuskan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana ubapan (alat peniup besi) membersihkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak. Tidak ada balasan bagi ibadah haji mabrur kecuali surga”. (HR at-Tirmidzi)

Keutamaan ibadah haji

Keutamaan ibadah haji

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda,

            “Jihadnya orang tua, orang-orang yang lemah dan wanita adalah melaksanakan ibadah haji dan umrah”. (HR an-Nisa’i)

Ibadah Haji dan Umroh Jihadnya Kaum Lemah dan Para Wanita

Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw bersabda,

            “Orang yang berperan di jalan Allah, orang yang melaksanakan ibadah haji, dan orang yang melaksanakan umrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka dan mereka menjawab panggilan itu; karena itu tatkala mereka meminta kepada-Nya maka Allah mengabulkannya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Sabda Nabi saw,

            “Siapa yang hendak menunaikan ibadah ibadah haji, hendaknya dilakukan dengan segera, karena mungkin saja kan sakit, hilang kendaraannya atau ada keperluan lain”. (HR Ahmad, Baihaqi, dan Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

“Barangsiapa mengerjakan ibadah haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak melakukan kefasikan maka ia kembali (bersih) seperti saat ia dilahirkan oleh ibunya”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Satu umrah sampai umrah berikutnya adalah merupakan kafarat (penghapus) atas dosa-dosa yang terjadi diantara kedua umrah tersebut. Dan ibadah haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Aisyah, suatu hari ia bertanya, “Wahai Rasulullah, menurut kami jihad itu adalah amal perbuatan yang paling utama. Bolehkah kami terus menerus berjihad? “Kemudian beliau saw bersabda, “Tetapi jihad yang paling utama adalah ibadah haji yang mabrur”. (HR Bukhari)

Hari Arofah Dalam Ibadah Haji, Allah SWT Membebaaskan Hambanya Dari Api Neraka

Dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Tiada hari dimana Allah membebaskan hamba-Nya dari api neraka melebihi daripada dalam hari Arafah”. (HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda,

            “Umrah pada bulan Ramadhan itu sebanding dengan ibadah haji atau sebanding dengan ibadah haji bersama aku”. (HR Bukhari dan Muslim)

            “Ibadah haji yang mabrur tidak ada balasannya yang tepat kecuali surga”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Buraidah bahwa Rasulullah bersabda,

            “Balasan atas biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan ibadah haji sebanding dengan biaya yang dikeluarkan untuk jihad di jalan Allah yaitu dengan tujuh ratus kali lipat”. (HR Ahmad)

Dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah bersabda,

“Tidaklah orang yang beribadah haji itu akan miskin”. (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar)

Dari Ibnu Abbas bahwa ada seseorang wanita bertanya,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-Nya untuk beribadah haji. Tetapi kewajiban itu sampai pada ayah saya dalam usia yang sangat tua dimana ia tidak mampu lagi untuk bepergian. Maka apakah saya boleh mengibadah hajikannya? “Rasulullah saw menjawab, “Boleh”. (HR Bukhari dan Muslim)

Dibolehkan Ibadah Badah Haji Untuk Orang Tuanya

Dari Laqith bin Amir bahwasanya ia datang ke hadapan Rasulullah saw dan berkata,

“Sesungguhnya ayah saya adalah seorang yang tua renta dan tidak mampu untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah bahkan tidak mampu bepergian sama sekali”. Rasulullah saw bersabda, “Beribadah haji dan berumrahlah untuk ayahmu”. (HR Abu Daud dan at-Tirmidzi)

Dari as-Saib bin Yazid berkata, “Saya pernah beribadah haji bersama-sama dengan Rasulullah saw yaitu pada ibadah haji wada’, waktu saya baru berumur tujuh tahun”. (HR Bukhari)

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Rasulullah saw bertemu dengan sesuatu rombongan di Raudhah, kemudian beliau bertanya, “Siapakah rombongan ini? “Mereka menjawab, “Orang-orang Islam”. Mereka ganti bertanya, “Siapakah engkau? “Beliau saw menjawab, “Utusan Allah”. Kemudian ada seorang perempuan mengangkat anaknya yang masih kecil seraya bertanya, “Apakah anak kecil ini termasuk beribadah haji juga? “Beliau saw menjawab, “Ya. Dan pahalanya untuk kamu”. (HR Muslim)

“Dari Anas bin Malik bahwasanya Rasulullah saw beribadah haji dengan kendaraan yang baik sedangkan kendaraan itu sambil membawa bekalnya”. (HR Bukhari)

“Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Ukazh, Majinnah, dan Dzul Majaz adalah pasar-pasar sejak zaman jahiliah. Kemudian kaum muslimin khawatir berdosa bila berdagang pada musim ibadah haji. Lantas turun ayat,’Laisa alaikum juhaahun antabtaghuu fadhlan mirrabbikum,tiada dosa bagimu untuk mancari karunia dari Tuhanmu ‘dalam musim ibadah haji”. (HR Bukhari)

Demikianlah, Nabi saw memberikan rincian bagaimana ibadah haji dan umrah ini. kita sebagai umatnya wajib mencontoh beliau dalam melakukan ibadah ibadah haji. Sebab, ibadah yang dilakukan tidak berdasarkan tuntunan Nabi saw ditolak. Ibadah tersebut termasuk mengada-ada atau membuat sesuatu yang baru. Didalam bahasa agama disebut dengan bid’ah. Oleh karena itu apabila tidak diperintahkan tidak usah dilakukan, sedang apabila diperintahkan maka harus dilakukan. Sebab prinsip ibadah ritual adalah haram kecuali yang diperintahkan. Jadi, semua dasar dari ibadah adalah Al-Qur’an dan sunnah. Tidak bisa seorang muslim “menciptakan” sendiri ibadah yang disukainya.

Demikian pula dengan ibadah ibadah haji. Berbagai kaum muslimin dari seluruh dunia berkumpul maka akan terjadi berbagai macam pula cara ibadah. Seorang muslim tidak seharusnya beribadah dengan menggunakan matanya. Artinya ia melihat seseorang melakukan suatu ritual ibadah ia kemudian mencontohnya. Seorang muslim harus mempelajari dalil dan dasar dari ibadah tersebut agar tidak terkena taklid buta. Kita meniru sesorang tanpa tahu dalil yang dipakai orang tersebut. Kalau orang tersebut terjerumus ke jurang, niscaya kita pun akan ikut terjerumus.

Dengan adanya dasar ibadah ibadah haji dari Nabi saw dan keterangan para sahabat yang mengikuti jalannya prosesi ibadah ibadah haji Nabi, maka kita akan mudah mengikutinya. Yang penting kita dapat menemukan hal tersebut dilakukan oleh Rasulullah saw atau perbuatan sahabat yang dibenarkan oleh beliau (taqrir).

Selain ibadah haji, ibadah umroh juga banyak keutamaan dan fadillahnya disampaikan oleh Rasulullah. Untuk mendapatkan informasi seputar paket umroh murah, Bapak Ibu bisa membuka website www.perjalananumroh(dot)com. Semoga bermanfaat, aamiin.

Leave a Reply